Beijing - Pengeluaran anggaran publik umum China meningkat 2,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi hampir 7 triliun yuan (1 yuan = Rp2.248), atau sekitar 985 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.280) pada kuartal pertama tahun ini, menurut konferensi pers yang diadakan pada Senin (22/4).

Berbagai sektor mencatat pertumbuhan belanja fiskal yang relatif cepat, termasuk sektor yang terkait dengan pertanian, kehutanan dan pemeliharaan air, yang mengalami pertumbuhan sebesar 13,1 persen.

Sektor-sektor yang terkait dengan masyarakat urban dan pedesaan juga mengalami percepatan pertumbuhan belanja fiskal, dengan melaporkan angka sebesar 12,1 persen, begitu pula sektor-sektor yang terkait dengan jaminan perumahan, yang mengalami pertumbuhan sebesar 7,8 persen.

Sektor jaminan sosial dan ketenagakerjaan mengalami pertumbuhan belanja fiskal sebesar 3,7 persen, dan sektor pendidikan melaporkan pertumbuhan sebesar 2,5 persen, kata Wakil Menteri Keuangan China Wang Dongwei pada konferensi pers tersebut.

Data resmi juga menunjukkan bahwa pendapatan anggaran umum negara itu turun 2,3 persen (yoy) menjadi 6,09 triliun yuan pada periode yang sama.

Dalam laporan kerja pemerintah China tahun ini, negara itu bertekad untuk terus menerapkan kebijakan fiskal yang proaktif dan kebijakan moneter yang cermat pada 2024.