Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membidik kerja sama baru dengan China di berbagai bidang terutama pariwisata dan pengembangan sumber daya manusia. Jumlah penduduk kelas ekonomi menengah atas di China yang terus tembuh dinilai memberi peluang bagi pariwisata di Jawa Tengah.

Keinginan untuk meningkatkan kerja sama itu disampaikan dalam pertemuan antara Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno dengan Konsul Jenderal China untuk Surabaya Xu Yong di Semarang, pada Selasa (19/3).

Pemprov Jateng berencana mempromosikan sejumlah tujuan wisata di Jawa Tengah, diantaranya Candi Borobudur yang merupakan kuil Budha terbesar di dunia yang telah menjadi warisan dunia UNESCO, serta Kepulauan Karimunjawa di utara yang menawarkan pantai eksotis.

"Kami harap ada kerja sama intensif lagi, terlebih lagi jumlah penduduk kelas ekonomi menengah atas di China kedepannya akan meningkatkan sehingga tentu saja mereka membutuhkan liburan, ini yang akan kita tangkap," ujar Sumarno dalam keterangan persnya usai pertemuan.

Selain itu, Jawa Tengah juga melirik kerja sama di bidang pendidikan dan olahraga. Sumarno menyebut, pesatnya perkembangan industri di China memberikan peluang kerja sama peningkatan kualitas pelajar lulusan SMA dan vokasi. Selain itu, di bidang olahraga, pemerintah menjajaki kerja sama peningkatan mutu atlet wushu.

Jawa Tengah telah memiliki kerja sama khusus sister province dengan Provinsi Fujian yang sudah berlangsung 10 tahun terakhir. China juga menjadi salah satu dari lima negara utama dengan nilai investasi paling besar di Jawa Tengah.

Konsul Jenderal Xu Yong menyatakan akan terus mendorong kerja sama, termasuk dengan provinsi lainnya di China.